Kupang, Jipeknews.Com
Kegiatan pemetaan karakter peserta didik oleh Jurnal Ilmiah Pedagogik (Jipek) ditangapi serius oleh tokoh pendidikan. Pemahaman pendidik terhadap karakter peserta didik menjadi informasi penting dalam menyusun materi pembelajaran.
Beberapa tahun belakangan ini Jurnal ilmiah Pedagogik (Jipek) melakukan pemetaan karakter peserta didik pada beberapa sekolah yang menyatakan setuju dengan penawaran yang diajukan. Berbasis teori Numerologi, Jipek memetakan karakter peserta didik berdasarkan perhitungan tanggal lahir, bulan dan tahun dari setiap peserta didik yang akan menghasilkan keunggulan, kelemahan serta saran pendekatan yang dilakukan oleh pendidik dan orangtua. Deksripsi keunggulan dan kelemahan dilandasai oleh konstruksi penulisan angka 1-9.
Adalah Drs. Gaspar Melo, M.Pd yang dimintai pendapatnya mengatakan bahwa saat ini para guru dibebani oleh pekerjaan adminsitrasi pribadinya. Penerapan kurikulum merdeka belajar katanya jusru lebih rumit jika dibandingkan saat penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP ) Apa yang dilaksanakan oleh Jurnal ilmiah Pedagogik tentang Pemetaan karakter peserta didik katanya sama dengan tahapan kegiatan pada saat pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Guru akan mendapatkan informasi tentang karakter peserta didik sebagai bahan utama dalam menyusun model pembelajaran dan materi pembelajaran .
“ Sekarang banyak guru cukup sibuk dengan perangkat administrasi tetapi apakah ada dampaknya bagi siswa ,” ujar Melo mantan dosen PGSD Undana ini.
Dia mengisahkan bahwa saat masih aktif dan dipercyakan menjadi pengajar Pendidikan Profesi Guru (PPG) kegiatan awal yang dilakukan adalah pemetaan karakter peserta didik. Analisis kelemahan-kelemahan peserta didik akan dicarikan penyebabnya dan solusinya ditetapkan. Siklus kegiatan itu akan tergambar pada kegiatan pemetaan melahirkan keunggulan dan kelemahan, serta pola pendekatan untuk mengatasi kelemahan yang dialami oleh setiap karakter peserta didik.
“Dalam kegiatan awal PPG adalah analisis karakter peserta didik lalu dicarikan solusi pemecahannya dan ada beberapa alternatif pemecahan yang diuji sampai mendapatkan solusi pemungkas,” ujar Melo .
Sementara itu, Dr. Uda Geradus, M.Pd mantan dosen Bimbingan Konseling pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana Kupang mengaku bahwa teori pemetaan karakter peserta didik yang diajarkan oleh Jurnal Ilmiah Pedagogik kepada para guru sangat efektif dibandingkan dengan instrumen-insturmen yang disiapkan dalam assesment. Basis dasar teori yang diterapkan oleh Jurnal ilmah pedagogik adalah numerologi yang dinilai menjadi pintu masuk pada bimbingan konseling. “Jika pintu tidak dibuka maka bimbingan konseling tidak akan menemukan kebenaran dari isntrumen-instrumen yang disiapkan untuk mengkaji motivasi belajar peserta didik,” kata Geradus yang saat ini berdomisili di Ruteng .
Geradus mendukung penuh dan siap memberikan pemaknaan terhadap kajian berbasis numerologi yang dilakukan oleh Jurnal Ilmiah Pedagogik dan hubungannya dengan bimbingan konseling . Dukungan itu katanya melalui kajian terhadap saran pendekatan terhadap setiap keunggulan dan kelemahan peserta didik. “Siap memberikan kajian pendekatan bimbingan konseling yang sering disebut pola asuh,” ujarnya meyakinkan.
Sebelumnya guru SMP Negeri I Alok Timur, Dolciana Juli, S.Pd mengaku materi pemetaan karakter peserta didik yang disampaikan pengelola Jurnal ilmiah pedegogik sangat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran. “Materi ini sangat cocok untuk guru agar mampu melakukan pendekatan secara klasikal dan individual kepada peserta didik,” ungkap Dini.
Senada dengan Dini , Nikolaus Lale menambahkan jika metode ini diterapkan pada setiap sekolah di Kabupaten Sikka maka akan meningkatkan mutu pendidikan. Dengan teori yang telah diajarkan oleh nara sumber maka setiap peserta didik mengetahui keunggulannya masing-masing. Selain itu, orangtua dan pihak sekolah memiliki satu metode pendekatan yang sama terhadap peserta didik. ***Jipeknews/ Philipus/ 082144036139.
No Responses